Monografi Desa Damarraja

Desa Damar raja merupakan salah satu desa di Kabupaten Sukabumi. Desa Damar raja terletak di Koordinat Geografi: 6° 59' 28" SELATAN, 106° 42' 56" TIMUR Koordinat Lokasi: Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia. sekitar kurang lebih 30 kilometer dari Pusat kota Sukabumi atau sekitar kurang lebih 30 kilometer dari pusat kabupaten yang bertempat di Pelabuhan Ratu dan termasuk dalam desa pemekaran wilayah Baru yang sedang berkembang dan tercatat masih termasuk sebagai desa tertinggal. .

Untuk mengunjungi desa Damar Raja kita harus melalui perjalanan kurang lebih 3 jam dari pusat kota sukabumi ke arah pantai pelabuhan ratu. Tepatnya berada di Jln Pelabuhan Ratu kilometer 30 kec.Warungkiara Kab. Sukabumi. Untuk memasuki Desa damarraja kita bisa masuk melalui pintu masuk gerbang pabrik PTPN XIII Cibungur Ubrug, sebuah tempat pengolahan hasil alam berupa karet alam hasil pengepul karet di desa kami. Desa kami tertutupi oleh perkebunan karet yang luas, sehingga untuk menuju kesana otomatis kita harus melewati terlebih dahulu hutan karet kuang lebih waktu yang di butuhkan untuk menempuh perjalanan ke pusat desa sekitar setengah jam menggunakan kendaraan bermotor baik mobil ataupun sepedah motor.

Awal perjalanan untuk menuju desa kami, Anda akan di kesankan oleh deretan pepohonan karet rimbun yang tersusun rapi, dan lika-liku jalan serta kasarnya permukaan jalan yang hanya di lapisi bebatuan saja (belum teraspal) maklum belum tersentuh pembangunan, kurang lebih setengah jam anda akan berada di area perkebunan karet, tetapi jangan kuatir daerah kami merupakan daerah yang aman untuk berlalu lalang karena selain daerah kami hutan, tetapi banyak sekali masyarakat ataupun petugas perkebunan yang beraktivitas di perkebunan karet tersebut untuk mengepulkan getah karet, bahkan anda bisa sesekali melihat proses pengepulan karet hingga menjadi bahan mentah (getah latek) yang nantinya akan dijadikan berbagai produk. Semisal karet sintetis, ban, jaket, dll yang sebelumnya di kumpulkan di sebuah tempat / terminal sementara ( TPH ) yang nantinya akan di angkut oleh petugas perkebunan ke tempat pengolahan yang telah kita lewati sewaktu awal kita memasuki daerah ini, selain itu biasanya warga pendatang akan terkesan oleh sesuatu yang unik yang banyak di temukan di di sekitar area perkebunan tersebut, karena daerah kami sedikit lembab, akan banyak sekali ditemukan jamur – jamur hutan yang tumbuh di antara pohon dan semak-semak.

POLA PERKAMPUNGAN

Setibanya anda memasuki perkampungan di desa kami terlihatlah senyuman dan sambutan hangat para warga desa dengan kehidupan mereka yang sederhana dan Pola hidup perkampungan di desa Damarraja yang bersifat menetap, dalam arti bahwa suatu desa cenderung tidak berkurang penduduknya atau lenyap ditinggalkan akibat ladang-ladang yang makin jauh. Desa ini merupakan pusat aktifitas sosial dari para penduduknya. Aspek lain dari pola desa di Damarraja ialah bahwa rumah-rumah di desa kami ada yang masih teradisional seperti rumah panggung yang terbuat dari anyaman bambu, bentuk atap, di antaranya jolopong yang memiliki dua bidang atap berbentuk sama, Jenis lainya adalah Tagog Anjing yaitu atap yang apa bila dilihat dari samping tampak seperti Anjing. Jenis lainya lagi adalah badak heuay yaitu atap yang bentuknya seperti badak menguap. Dan atap Parahu Kumureb yaitu atap yang berbentuk trapesium. Jenis ini paling banyak dipakai oleh masyarakat desa damarraja. tapi lambat laun perkembangan desa semakin pesat mengikuti era moderenisasi tak sedikit rumah masyarakat-masyarakat kami sudah semakin permanen berdindingkan tembok , kramik / marmer dan mengikuti arsitektur-arsitektur moderen dan pola hidup yang semakin berkembang.

SARANA TRANSPORTASI

Sarana transportasi darat di dalam menunjang ekonomi rakyat untuk memasarkan berbagai komoditi hasil pertanian paling banyak bersandar pada mobil Truk atau v-kap serta sepedah motor yang di modifikasi menggunakan grobak dll. Dalam hal menunjang komunikasi antar desa dengan desa-desa di sekitarnya ditentukan juga oleh kendaraan bermotor seperti sepeda motor dan mobil tetapi hanya terbatas.

Kabupaten Daerah tingkat II Sukabumi terletak antara 106º49¿ samapi 107º Bujur Timur 60º57¿ - 70º25¿ Lintang selatan dgn batas wilayah administrasi sebagai berikut : sebelah Utara dengan Kab. Bogor, sebelah Selatan dgn samudera Indonesia, sebelah Barat dgn Kab. Lebak, disebelah timur dgn Kab. Cianjur.

Kabupaten Sukabumi terletak antara 106 derajat 49 sampai 107 derajat Bujur Timur dan 60 derajat 57 sampai 70 derajat 25 Lintang Selatan dengan batas wilayah administratif sebagai berikut : disebelah Utara dengan Kabupaten Bogor, disebelah Selatan dengan Samudera Indonesia, disebelah Barat dengan Kabupaten Lebak, disebelah Timur dengan Kabupaten Cianjur. Batas wilayah tersebut 40 % berbatasan dengan lautan dan 60% merupakan daratan.Wilayah Kabupaten Sukabumi memiliki areal yang cukup luas yaitu ± 419.970 ha. Pada Tahun 1993 Tata Guna Tanah di wilayah ini, adalah sebagai berikut : Pekarangan/perkampungan 18.814 Ha (4,48 %), sawah 62.083 Ha (14,78 %), Tegalan 103.443 Ha (24,63 %), perkebunan 95.378 Ha (22, 71%) , Danau/Kolam 1. 486 Ha (0, 35 %) , Hutan 135. 004 Ha (32,15 %), dan penggunaan lainnya 3.762 Ha (0,90 %).

Kondisi wilayah Kabupaten Sukabumi mempunyai potensi wilayah lahan kering yang luas, saat ini sebagaian besar merupakan wilayah perkebunan, tegalan dan hutan. Kabupaten Sukabumi mempunyai iklim tropik dengan tipe iklim Bi (Oldeman) dengan curah hujan rata-rata tahunan sebesar 2.805 mm dan hari hujan 144 hari. Suhu udara berkisar antara 20 - 30 derjat C dengan kelembaban udara 85 - 89 persen. Curah hujan antara 3.000 - 4.000 mm/tahun terdapat di daerah utara, sedangkan curah hujan ant4ra 2.000 - 3.000 mm/tahun terdapat dibagian tengah sampai selatan Kabupaten Sukabumi.

Wilayah Kabupaten Sukabumi mempunyai bentuk lahan yang bervariasi dari datar sampai gunung adalah : datar (lereng 0-2%) sekitar 9,4 %; berombak sampai bergelombang (lereng 2-15%) sekitar 22% ; bergelombang sampai berbukit (lereng 15 - 40%) sekitar 42,7%; dan berbukit sampai bergunung (lereng > 40 %) sekitar 25,9 %. Ketinggian dari permukaan laut Wilayah Kabupaten Sukabumi bervariasi antara 0 - 2.958 m. Daerah datar umumnya terdapat pada daerah pantai dan daerah kaki gunung yang sebagian besar merupakan daerah pesawahan. Sedangkan daerah bagian selatan merupakan daerah berbukit-bukit dengan ketinggian berkisar antara 300 - 1.000 m dari permukaan laut.

Jenis tanah yang tersebar di Kabupaten Sukabumi sebagian besar didominasi oleh tanah Latosal dan Podsolik yang terutama tersebar pada wilayah bagian selatan dengan tingkat kesuburan yang rendah. Sedangkan jenis tanah Andosol dan Regosol umumnya terdapat di daerah pegunungan terutama daerah Gunung Salak dan Gununggede, dan pada daerah pantai dan tanah Aluvial umumnya terdapat di daerah lembah dan daerah sungai. Kabupaten Sukabumi mempunyai penduduk 1.848,282 jiwa dengan kepadatan penduduk 466 jiwa km2 per tahun pada tahun 1993. Kepadatari penduduk menurut kecamatan cukup berpariasi. Kepadatana penduduk terendah terdapat di Kecamatan Ciemas (183 jiwa per km2) dan tertinggi di Kecamatan Sukabumi (2.447 jiwa per km). Pemukiman padat penduduk umumnya terdapat di pusat-pusat kecamatan yang berkarakteristik perkotaan dan disepanjang jalan raya. Persentase penduduk perkotaan meningkat dari,14,13 % pada tahun 1980 menjadi 18,06 % pada tahun 1993.

Penduduk Kabupaten Sukabtimi yang berusia 10 tahun keatas pada tahun 1992 (Hasil Susenas) berjumlah 1.462.463 jiwa dan diantaranya 1.216.877 jiwa beruasia 15 - 64 tahun. Angka partisipasi Angkatan Kerja secara keseluruhan mengalami peningkatan. Pada tahun 1992 di Kabupaten Sukabumi terdapat 734.550 orang yang tergolong angkatan kerja yang teridiri dari 510.601 orang laki-laki dan 186.435 orang perempuan.

Suatu kondisi penting yang sedang terjadi sehubungan dengan ketenagakerjaan adalah pergeseran tenaga kerja dari sektor pertanian ke sektor non pertanian. Penduduk yang bekerja di sektor pertanian telah menurun menjadi 55,6 % pada tahun 1990.

Etos kerja dan budaya kemandirian tampak sedang terus berkembang. Masyarakat Kabupaten Daerah Tingakat II Sukabumi juga kaya dengan budaya seni. Hal lain yang penting adalah tumbuh berkembangnya kelembagaan modern baik dalam arti lembaga maupun "norma-norma" semakin memungkinkan penduduk Kabupaten Sukabumi berintegrasi dengan masyarakat nasional.

Kerukunan hidup penduduk Kabupaten Sukabumi, dinamika yang dimilikinya, kekayaan budaya dan budaya kemandirian yang berkembang serta kemajuan sosial kelembagaan yang telah dicapai hingga dalam Pelita V merupakan potensi besar untuk pelaksanaan pembangunan selanjutnya. Dilihat dari administrasi pemerintahan, Kabupaten Sukabumi terdiri atas 7 Wilayah Pembantu Bupati yang meliputi 31 kecamatan, meliputi 353 desa dan 3 kelurahan, dengan perincian sebagai berikut : Pembantu Bupati Wilayah I Sukabumi, 6 kecamatan; Pembantu Bupati Wilayah II Cibadak, 4 kecamatan; Pembantu Bupati Wilayah III Cicurug, 6 kecamatan; Pembantu Bupati Wilayah IV Palabuhanratu, 3 kecamatan; Pembantu Bupati Wilayah V Jampangtengah, 3 kecamatan; Pembantu Bupati Wilayah VI Jampangkulon, 5 kecamatan; Pembantu Bupati Wilayah VII Sagaranten, 4 kecamatan.

Posting Komentar

 

Copyright © 2016 Bumdes Sukabumi - All Rights Reserved

Contact Kang Warsa